Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jalan-jalan’

Siapa yang tidak kenal Jepang?, Negara penuh dengan keindahan alam dan budaya. Jepang adalah salah satu impian destinasi wisata sebagian penduduk dunia. Saya kenal Jepang sejak lihat film OSHIN di TV. Setiap lihat film itu rasanya saya ingin sekali ke Jepang, lihat bunga sakura yang bermekaran di saat musim semi dan juga salju nya yang putih seperti kapas. Musim dingin di Jepang berlangsung dari bulan November sampai dengan Mei, dan puncak-puncaknya pada bulan Februari. Jepang merupakan negara yang memiliki curah salju yang tebal. Dibeberapa tempat seperti di Nyuto Onsen, Kasatsu Onsen, minakami onsen, akukinu onse, manza onsen dan tokachidake onsen salju turun sangat tebal dan membentuk lapisan salju yang cantik selain itu yang membuatnya menjadi semakin Amazing  adalah walaupun salju sangat tebal tapi ditempat-tempat tersebut menawarkan pemandian air panas di pedesaan dan pegunungan. Tempatnya sangat indah loh, apalagi bagi kita ya yang tinggal di negara tropis yang seumur hidup ga pernah melihat salju turun dari langit kecuali di film.

nyuto-onsen

Nyuto Onsen

Selain tempat-tempat wisata yang sangat Amazing, Jepang juga memiliki banyak festival setiap tahunnya. Hebat ya Jepang. Salah satu festival yang ada di Jepang adalah festival salju alias snow festivals, yaitu: 1) Sapporo Snow Festival merupakan festival salju yang diadakan di ibukota Hokaido Sapporo, 2) Otaru Snow Light Path sesuai dengan namanya Otaru Snow Light Path adalah festival kota yang didekorasi dengan lampu dan patung salju kecil, dengan adanya lampu-lampu di seisi kota menciptakan suasana yang nyaman dan romantis, 3) Asahikawa Winter Festival merupakan festival patung salju terbesar di Jepang, Salju di pahat dan di ukir sehingga membentuk bermacam-macam patung besar termasuk rumah bahkan istana, wow keren!, dan  4) Tokamachi Snow Festival merupakan kota yang memilliki curah salju sangat tinggi di Jepang, memperlihatkan patung-patung salju bahkan stals salju.

otaru

Otaru Snow Light Path

Kesemua festival ini dilaksanakan di bulan Februari loh, so tunggu apa lagi? Bulan Februari adalah bulan yang sangat tepat untuk liburan ke Jepang. Oh, seandainya saya bisa pergi ke Jepang (ngarep.com).

Berlibur ke Jepang sebenarnya mudah loh, apalagi sekarang banyak travel yang menawarkan program menarik untuk liburan ke Jepang. Salah satunya adalah paket perjalanan H.I.S dengan pesawat HAnavi dari HIS travel Indonesia. HAnavi atau Japan Hotel & Air Package memberikan kemudahan dalam berlibur di jepang dengan pilihan kota yang luas. Salah satunya ke kota Sapporo dimana terdapat snow festival.

Biasanya setiap akan berlibur ke luar negeri ada kekhawatiran dalam diri kita tentang bagaimana aktifitas kita disana? Apakah kita bisa mengeksplore tempat-tempat wisata di negara tersebut? bagaimana transportasinya? Tiketnya mahal? Pengingapannya bagaimana? Apakah kita bisa survive disana? dan bermacam-macam pikiran kekhawatiran terbesit di otak kita. Nah dengan adanya paket perjalanan H.I.S dengan pesawat HAnavi dari HIS travel Indonesia ini, kita gak perlu khawatir lagi karena tersedia beragam pilihan penerbangan dan hotel, transportasi menjadi lebih cepat sehingga dapat menghemat waktu dan kita pun dapat beraktifitas lebih leluasa untuk mengeksplore lebih banyak tempat wisata di Jepang. Selain itu dengan HAnavi harga juga lebih murah karena tersedia paket-paket perjalanan dengan jaringan hotel yang luas. Jadi sangat ringan di kantong kan dan uangnya bisa kita belanjakan oleh-oleh yang unik lebih banyak lagi deh. So, Ayo kita ke Jepang, How Amazing Japan.

 

Salam

Advertisements

Read Full Post »

hai…ketemu lagi…^_^

setelah hari pertama kemarin kita jalan-jalan ke yogya, rasanya belum puas kalau tidak mengunjungi setiap wisata disana….

So….hari ini kita jalan-jalan lagi yuuuuukkkk……

Perjalanan hari kedua

Setelah lelahnya seharian kemarin kita berjalan-jalan, gak menurunkan semangat gw untuk kembali melanglang buana kota yogya….

Candi Prambanan


Pagi yang cerah mengawali hari ini….uhhh makin bersemangat nih, pagi-pagi dah siapin perbekalan untuk tempur hari ini.

Seperti biasa, dari rumah tante Nining di Perumahan Pendowo Harjo Bantul kita naik bus koperasi Abadi ke Jokteng. Lalu naik trans Yogya ke Prambanan.  Kali ini gak  usah pusing-pusing naik bus. cukup naik Trans Yogya 1 kali, transit di bandara, langsung sampai deh ke Prambanan.

Tiket masuk Prambanan Rp.12.500, sebenernya ada tiket terusan juga ke Borobudur (Rp. 20.000) tapi karena kita ingin jalan-jalan secara independent jadi ya nanti-nanti aja deh ikut paket tournya. Oya kalau bawa kamera or kamera foto bayar Rp. 1.000 dipintu masuk.

Dikarenakan adanya gempa beberapa waktu yang lalu kondisi Candi Prambanan cukup memprihatinkan, ada beberapa candi yg berantakan dan masih di pugar termasuk candi utama yaitu Candi Shiva. Sayangnya karena masih di pugar atau di renovasi, akses menuju Candi terbesar di prambanan ini (Candi Shiva) di tutup.

wah hujan membasahi kami di prambanan, akhirnya berteduh dulu di dalam candi…..mmmmmhhhh ternyata dalam candi itu pengap ya, gelap pula. Kebayang sih bikin candinya khan jaman dulu belum ada semen jadi boro-boro mo bikin jendela untuk ventilasi, buat bikin puzle nya alias menyusun batunya saja dah ribet….hehehehe….(just kidding). Ok Serius!…..sebenarnya memang karena beberapa fungsi candi itu sebagai tempat sembahyang,  ya wajarlah di buat sedemikian rupa  agar tetap khusuk.

Walaupun candi-candinya banyak yang berantakan, tapi pemandangannya tetap indah deh, gak melewatkan dong jepret sana jepret sini. Eh ternyata ada tukang foto keliling….walah dah lama juga nih gak foto ke tukang foto keliling kayak gini, mentang-mentang sekarang dah canggih fotonya pake HP or foto digital terus….^_^.  Nyoba foto dulu ah…..

Foto keliling Rp. 30.000

dah puas foto-foto, waktunya pulang….tapi eits, jangan dulu pulang, di komplek Prambanan ini masih banyak candi-candi yang bisa kita temui, salah satunya Candi Sewu.

Yuk kita ke Candi Sewu

Candi Sewu

letaknya sekitar 800 m dari Candi Prambanan. Tapi karena sudah lelah berkeliling dan foto-foto akhirnya ke Candi Sewu kita naik kereta mini. Wah saat naik kereta ini pas berbarengan dengan anak-anak pramuka….ya…ya rame pisan euy…..tapi nggak papa lah…..

naik kereta mini Rp.5000/org

Candi Sewu ini merupakan Candi Budha sedangkan Candi Prambanan merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia (yang ini liat di wikipedia… 🙂 ). Jadi sudah dapat dinilai toh, bahwa sedari dahulu di Indonesia para umat beragama sudah saling menghormati, terbukti terdapat Candi dengan 2 agama yang berbeda berdiri kokoh pada satu komplek. ^_^

Sebelum ke Candi Sewu kita akan melewati Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Candi ini sepertinya kurang diperhatikan oleh turis atau pengunjung sehingga tidak se-terkenal Candi Prambanan.

di Pintu gerbang Candi Sewu kita akan menemukan 2 patung raksasa penjaga yg sangat besar. disini juga tidak kalah berantakannya dengan candi lain ^_^. banyak patung-patung Budha yang sudah tidak berkepala, sayang ya…. 😦

Gak terasa ternyata cacing-cacing dalam perutku mulai keroncongan……Lapaaaaarrrrrrr…….sambil jalan keluar ada restoran prambanan, tempatnya lumayan dan kalo lihat dari menunya juga ok, harga juga standar lah…..gak perlu menunggu lama lagi, dan dikarenakan perut juga sudah menandakan kelaparan…..maka langsung CAPCUSSSSSS……

Mi pesan soto ayam sedangkan miswa pesan nasi goreng seafood….. wah waitressnya ramah juga nih, sambil menunggu masakan matang kita disuguhkan setoples krupuk utk cemilan…(koq krupuk sih??kenapa gak hamburger??hehhehehe…) ternyata chef-chef di restoran prambanan ini hebat juga loh, terbukti waktu mi ke WC (waktu nunggu, kebelet pipis, mesti ke WC yg ada di belakang resto…^_^), sepanjang jalan menuju kesana banyak banget piala-piala lomba masak……mmmhhhhh jadi nggak sabar mo nyobain masakannya.

Makanan sudah di hidangkan…wah kayaknya salah pesen nih, porsi soto ayamnya kelihatan lebih kecil dibanding nasi goreng seafood….hehehehe….dan ternyata rasanya….mmmhhhh maknyussss…..enak enak enak….^_^

Soto Ayam : Rp.10.000 + Nasi putih Rp. 3.000

Nasi Goreng Seafood : Rp. 15.000

Makan sudah, lihat candi juga sudah……sekarang benar-benar harus pulang…..badan dah terasa pegal…

Kembali naik Trans Yogya. kali ini sambil lewat kita ke Keraton yuukkk…..(hehehe atas permintaan miswa, sekalian capek katanya…..mmmhhh hayuuuu atuh kalau begitu.)

Keraton Yogyakarta

Dari Prambanan kita naik Trans Yogya, transit di Bandara, lalu lanjutkan lagi ke TAPI (Taman Pintar). dari taman pintar bisa dengan berjalan kaki, tapi karena berhubung dah capek, akhirnya naik becak saja. Sayangnya  waktu sudah menunjukan pukul 17.00, dan Keraton sudah di tutup, jadi cuma bisa lihat dar luar atau bermain di area samping Keraton. yaahhhh sayang ya???? ternyata keraton tutup jam 16.00. Akhirnya kita jalan-jalan mengelilingi keraton, trus ke toko dagadu, toko oleh-oleh dll, muter-muter deh  pokoknya…….

Naik becak Rp.5000.

ini beberapa hasil jepretan narsis gw….hehehehe…..

Ok waktu sudah menjelang malam, waktunya kembali kealamnya…gantian sama mahluk lain…..hihihihi….

whatta great Holiday…. 🙂

Salam

Mimi

Read Full Post »

Kali ini kita jalan-jalan ke Yogya….

Kita Back Packer-an aja ya, berpetualang sambil ngirit…^_^

Awalnya berniat menghadiri pernikahan kerabat di Purworejo, tapi jadi keterusan jalan-jalan ke Yogya

Mari kita mulai perjalanan

Kebetulan berangkatnya dari rumah Mertua di Ciledug, jadi start nya dari sini ya….

Berangkat dari rumah ke Ciledug Jam 16.00, Kita naik mobil Sumber Alam -Jurusan Ciledug  Yogya-. oya Sumber Alam nggak hanya jurusan ciledug saja, ada juga dari depok loh, nah kalo dari rumah gw khan lebih deket di depok…jadi naiknya ya dari depok….(halah gak penting..heheheh).

Tarif bus ini bermacam-macam, ada bus ekonomi, bisnis dan AC. Ya..gw pilih yang bisnis aja, biar sedikit ngirit tapi tetep Ok…heee^_^. Bus ini hanya 1 x pemberangkatan (dari Ciledug) setiap jam 17.00, jadi 30 menit sebelum keberangkatan kita mesti sudah stand by….daripada ketinggalan toh??…..

tarif bus Sumber Alam ini ada 3 jenis : Tarif bus Ekonomi Rp. 60.000, Bisnis Rp. 90.000 dan AC Rp. 120.000.

Biasanya bus melewati jalur PANTURA, tapi karena di jalur tersebut macet maka sang supir membanting stir ke jalur Subang. (wah ini sih jalur gw mudik ke Majalengka….^_^gak penting lagi ya…hehehe). Jadi Rutenya : Jakarta – Cikampek – Subang – Kadipaten – Cirebon – Jatibarang – Purwokerto – Kebumen – Kutoarjo – Purworejo – Yogya.

Karena sebelumnya niat gw mau menghadiri pernikahan kerabat, maka turun lah kita di Purworejo. Bus sampai di Purworejo jam 06.20….huffffhhh cuapek nya rek…..pegel 13 jam perjalanan. (ya..ini adalah perjalanan terjauh gw…., seandainya naik pesawat….mmmhhh cuma 30 menit yo???heheheh…ngayal).

Di Purworejo ketemu mbah dan saudara-saudara yang lain, ngobrol dulu sebentar, trus mandi, makan, dan tidur lagi deh…..hehehe

Siang harinya baru kita kondangan…mmhhh makan laghe nih…^_^.

O ya, di Purworejo banyak juga Pesarean, kalau menurut orang disana, Pesarean itu tempat yang dikeramatkan, jadi semacam tempat berdoa atau pemujaan, rada mistis juga sih. 🙂

Di Rumah Mbah hanya sehari, besoknya langsung meluncur ke Yogya.

Dari Purworejo ke Yogya kita naik bus Mulyo jurusan Purwokerto – Yogya. Tarif  bus Mulyo hanya Rp.7000 (dari Purworejo keYogya), murah ya?, padahal jarak yang mesti ditempuh sekitar 60 km loh.

Di Yogya kita bermalam di rumah Tante Nining di Bantul. syukurlah ada saudara disana, jadi nggak repot nyari penginapan heheheh tetep nyari yang gratis..^_^

Hari Pertama Petualangan….alias Jalan-jalan ke Objek wisata -Tetep sebagai Back Packer-

Parangtritis

Dikarenakan diriku mencintai Laut, maka tujuan yang pertama di tuju adalah Laut Parangtritis.

Dari rumah Tante Nining di perumahan Pendowo Harjo Bantul, kita menuju Jokteng Wetan menggunakan Bus ukuran 3/4, hanya butuh merogok kocek Rp.2000 utk sampai Jokteng. Dari Jokteng kita lanjutkan lagi perjalanan menaiki Bus ukuran 3/4 juga jurusan Yogya – Paris alias Parangtritis. Butuh waktu 1 jam untuk sampai ke Paris dan butuh Rp.10.000 utk ongkos kesana (mmmhhh…kalo kata Tante Nining, biasanya gak semahal itu) tapi ya sudah lah gpp, wong kita kan turis….hehehe gaya…. Cuaca agak panas, ditambah angin sepoi-sepoi dari jendela bis, buat diriku terbuai dan mengantuk….nggak terasa jadi ketiduran..^_^.

Parangtritis…….I’m Coooomiiiiinggggggg!!!!!!

Walah….disini koq banyak orang pacaran ya…..sedih nya, pantas saja laut sering marah, karena terkotori oleh ulah manusia !!!! Huhhhhh!!!!

Ya sudahlah biarkan saja, mau bagaimana lagi, emangnya gw polisi yg bisa nilang, perlu gitu ya yg pacaran kita tilang….hihihihi

Setelah lelah bermain di Laut, di tengah teriknya matahari, nggak terasa hari sudah semakin siang….mmhhh kayaknya enak banget sambil menikmati kelapa hijau di pinggir pantai.

Kelapa Hijau disini seharga Rp.7.000.

Kota Gede

Dari Parangtritis kita menuju pengrajin perak di Kota Gede. Naik bis yang sama Paris – Yogya, Turun di terminal giwangan, lalu melanjutkan perjalanan lagi menggunakan bus 3/4 juga di jalur 6.

Sepanjang kota gede…banyak toko-toko pengrajin perak, tapi yang terkenal disana adalah Toko HS dan Ansor’s Silver, waaahhhh disini peraknya bagus-bagus, bener-bener bikin mata “blink-blink” nih….pengen semua….hehehehe…..tapi pas liat harganya….Gubrak…mahal ya bo!! namanya juga perak asli, dan di toko ini kadar peraknya 95% jadi termasuk yang Buaguuuusssss pisan….^_^.

Namun tidak perlu khawatir bagi para back packerer, di toko ini juga disediakan pehiasan semi perak, jadi perak cuma sebagai pelapis saja. Gak kalah bagusnya loh sama perak asli, kalo sekilas juga hampir mirip. Bedanya kalau perak asli bisa dibersihkan dengan air dan warna tidak akan pudar.

Malioboro

Dari Kota Gede kita jalan-jalan lagi ke Malioboro. Naik Bus Trans Yogya (hey…ini mirip banget sama Trans Jakarta, bedanya cuma lebih kecil aja, ya busnya ya shelternya…o ya juga beda warnanya….hehehe) Naik Trans Yogya jalur 3B, lalu transit di Museum Perjuangan dan melanjutkan lagi ke bus jalur 2B, turun di TAPI (Taman Pintar), tarif bus ini hanya Rp.3.000. Beda Rp.500 dengan Bus Trans Jakarta..^_^

dari TAPI perlu jalan kaki sedikit untuk sampai ke Malioboro. Sambil jalan-jalan sore, menikmati Senja hari di Yogya….hmmm romantis bener….^_^. Sesampainya disana mi di suguhkan pemandangan yang sangat menyenangkan yaitu…..”Barang Dagangannnnnn”……”huaaaaa It’s Shoooopingggg Timeeeeeee“, pilih ini-pilih itu, tawar sini-tawar situ…..harus pinter nawar loh ya disini, supaya harganya bisa lebih murah dibanding Jakarta.

Sudah lelah berbelanja…waktunya makan…

Yang pasti menu kita hari ini makan makanan khas yogya, yaitu GUDEG. Menjelang malam dikala toko2 di  malioboro mulai tutup (sekitar jam 9.00-an), para pedagang lesehan menggelar dagangannya……,tinggal pilih deh mau makan dimana…tertuju pada 1 warung lesehan ibu Nani, gak terlalu ramai tapi gak terlalu sepi juga….sengaja sih nyari yang gak terlalu ramai, karena kalau ramai makannya jadi nggak khusuk….hehehe khan biar makin romantis…..

habis makan gudeg...waktunya bayar ^_^mmmhhh….yummy…. emang nggak ada tandingannya deh makan disini….gudegnya enak, sambelnya….huaaa pedes bgt…..mmhh top banget lah pokoknya. Mi pesen nasi gudeg + krecek + air teh manis cuma bayar Rp.10.000, murah toh??

Habis makan, kita balik lagi ke rumah tante Nining…..kita lanjutkan perjalanan besok…..

Nanti kita sambung lagi ya…….

Salam

Mimi

Read Full Post »

Selayang pandang……

Jalan-jalan ke Pulau Seribu Yuuuukkkk…

Niatnya nemenin temen yang lagi ngidam mau ke pulau seribu….. sekalian aja bawa keponakan tercinta (Raihan) jalan-jalan…..hhhmmmm……jauh banget ya ternyata^_^, secara kita naik motor..n belum tahu lokasinya…….jadi berasssaaaaa bener jauhnya

Mari kita mulai perjalanan.

Jam 5.30 : Bangunin Raihan, trus mandi, sarapan dulu dll..

Jam 6.30 : Berangkat dari rumah menuju Lebak bulus, (ketemuan sama temen gw dulu – Coz they ride the motorbike).

Jam 7.00 : Sampai di Lebak Bulus temen gw belum nongol, padahal dah janjian, pokoknya jam 7.00 teng. Gak ada karet lagi (biasanya sih gw yang ngaret, tapi kali ini lagi bersemangat jadi di usahakan gak telat) lah ternyata malah temen gw yg telat….huhh bete!!! nunggu di halte perempatan Pondok Indah.

Jam 07.30 : Raihan merasa lapar (padahal dah sarapan sebelumnya…koq masih laper ye…??) untung bawa coklat, gw kasih aja, dan kebetulan dia seneng banget sama yg namanya coklat.

Ok….. we still waiting…..(celingak-celinguk…..cari motor kharisma biru dan mio biru, sapa tau mereka lewat)

Jam 8.30 : Duhhh…nyesel banget deh ngasih Raihan coklat!!!, tiba-tiba dia nge-rengek minta puff…..huhuhu…iya ya salah ngasih kayaknya….coklat khan bisa merangsang peristaltik usus. Walah….mana pagi2 gini, toko belum ada yg buka. Akhirnya coba nyusurin jalan siapa tahu ada yg buka 24 jam (sing sabar ya ndok….tante mu lagi nyari-in tempat utk kamu buang hajat..). Alhamdulillah akhirnya ketemu Mc D dan KFC, 2-2 nya buka 24 jam pula……

08.45 : Bingung nih pilih tempat yang cocok utk keponakan gw buang hajat KFC atau Mc. D ya?, secara 2-2 nya berdempetan….dan gw yakin 2-2 nya bisa membuat Raihan makin tergiur ngeliat makanan yg dijajakan disana…….Akhirnya gw pilih KFC (horeee….) coz gw punya sms gratisan dari KFC, utk jaga2 kalo ada yg minta beli-in….(hihihi gak mau rugi….tetep pilih yg bisa gratis)

08.50 : Masuk KFC, dengan senyuman yang manis dan ramah Waitress menyambut “silahkan, ada yang bisa dibantu?” . Gw cuma jawab…..”eee….iya mas, toilet sebelah mana ya?” (Gw langsung 2 the point aja deh, secara yang merasakan gemuruhnya perut ya keponakan ku itu).  Syukurlah si Waitress menjawab masih dengan nada yang ramah, sambil tersenyum dia bilang “ooo….silahkan ibu di sebelah kiri, dekat wastafel”…..hihihihi…mudah2an senyumannya itu tulus, takutnya pas gw lewat dia langsung cemberut….(halah su’udzon aja)

09.00 : ok. Selesai 1 masalah biologis keponakan ku. Sekarang masih mesti nungguin teman-teman ku yang KUAAAAREEEETTTT itu, Huh!!!!. dan sesuai dugaan gw, Raihan melihat tokoh cartoon kesukaannya “Tom & Jerry“. Walah, pas bener lagi nih KFC promo-nya. Ya wes lah, dari pada dia merengek lebih dalam dan dalam lagi, dan sekalian juga menebus kekecewaan “Mas WAitress” yang baik hati itu, kali ini gw beli paketnya KFC. Kita beli Paket kids “Tom & Jerry” plus paket Goceng.

09.10 : we still waiting…………(sambil jempol sibuk ngirimin sms)

09.30 : Telepon gw berdering “Ya, halo”, “halo, Mi, lo dimana?” (perasaan gw dah sms deh kalo gw ada di KFC Pondok Indah, koq dia nanya lagi…. 😛 huh…masih kesel!!) “gw di KFC nih, lo dah sampe mana?lama bener sih!” “Sory, sory mi, tadi gw lupa kalau kita mau jalan akhirnya bangunnya kesiangan…hehehehe”. Gubrak!!! dia masih cenge-ngesan, gak tau apa kalo temennya sampe berkarat nungguin??? “gw dah di depan KFC nih mi, lo keluar ya”. “Ok!!”

gw liat diseberang sana ada sosok wanita “rider” bersama seorang bocah kecil sambil senyam-senyum merayu supaya gw gak marah…… 😛

Tinggal tunggu 1 orang lagi…..walah, bisa kesiangan nih, khawatir pulangnya bakal kemaleman nantinya……, kita masih menunggu sekitar 20 menit, akhirnya sang “Lady” datang. Sudah dipastikan pola nya hampir sama dengan temanku yang sebelumnya……”senyum-senyum sambil minta  maaf”. wuuuu basiiiii 😛

Celakanya sebelum perjalanan dilanjutkan, ada masalah yang hampir membuat perjalanan ini batal….. -waghhhhhh gak seru duongg kalo gak jadi jalan-jalannya, coz kita dah siap “tempur” banget nih, bawa peralatan, makanan, dll. pokoknya TO DAY WE’Re Going To Picnic-. Diantara bertiga (gw dan ke dua temen gw) gak ada yang tau arah ke pulau seribu, lewat mana ya? Muara Angke? Ancol?Tanjung pasir atau??? walah…bingung…..

Akhirnya kita tanya ke “mbah Google”, kita cari  “Pulau Seribu”, syukurlah ketemu beberapa web yang tepat, ngasih rutenya pula. ya wes kita ikutin jalan aja…….Horeeee Kita Jadi Jalan-jalan loh… 🙂

Disitu tertulis ke Pulau seribu melalui Tanjung Pasir. Rute yang di lewati adalah Pondok Indah – Jalan Panjang – Greeen Garden – Cengkareng – Bandara – Tanjung pasir.

Sampai di Tanjung pasir (Ki-Ka, Raihan, Lady, Widi, Zaky(lagi nungging..hihihi))

Alhamdulillah….dengan menempuh jarak puluhan km, dan memakan waktu sekitar 2,5 jam, akhirnya kita sampai di tempat tujuan…..”Tanjung Pasir” Syukurlah…..Raihan dan Zaky (anaknya temanku) juga merasa enjoy, yang pasti sih mereka kecapean juga. (mungkin kalau kita sudah tahu rute-nya, nggak akan sampai selama itu kali ya)

Sampai di tanjung pasir, para penjaja perahu siap menawarkan perahunya. O ya, masuk gerbang tanjung pasir dikenakan biaya Rp.7.500, ini sudah termasuk parkir dan tiket masuk. Kalau menurut orang disana, parkir di tanjung pasir relatif aman, banyak yang membiarkan kendaraannya berhari-berhari disana, dan belum ada yg mengalami kemalingan (katanya).

perahu

Waaahhhh Perahu dah pada parkir dengan manis di tempatnya masing-masing. Untuk menyebrangi lautan biru menuju Pulau Seribu -halah- (Pulau Untung Jawa) kita mesti naik perahu (ya…iya lah masa berenang 😛 ). Biaya yang dikeluarkan untuk menyebrangi pulau ini Rp.10.000 sekali jalan (murah kan????) dan untuk anak-anak GRATISSSS. Disini banyak sekali ubur-ubur……mmmhhhh ubur-ubur bisa dimakan gak ya??kalo bisa sih mo coba mancing nih….hihihi

Me and raihan di perahu

Butuh waktu sekitar 15-20 menit menuju Pulau Untung Jawa, sebenarnya masih bisa ke pulau-pulau lain lewat pulau untung ini, namun karena kita sudah kelelahan makanya cukup di Pulau ini saja. Pemandangannya lumayan bagus, walaupun tidak ada pasir (disini pantainya bukan pasir tapi karang-karang kecil) dan ada sedikit sampah-sampah. Namun bisa disiasati dengan memilih tempat yang layak dan ok!.

Oya ada juga penyewaan tiker/alas duduk, harganya Rp. 5.000/tiker

Waktunya BERENAAAANNGGGG……..!! ups hati-hati, disini banyak monster2 kecil seperti kutu air, kalau dilihat sih kayak kutu yang dulu heboh di Ancol itu loh….sakit banget kalau ke gigit.

di pulau untung jawa (me and lady)

di pantai (me n widi)

Raihan dan Zaky bermain karang

di pinggir pantai (me n Lady

Sudah berenang, makan, cari kerang, jalan-jalan di pulau, ketawa ketiwi, wuaaaahhhh pokoknya puas deh jalan-jalannya……..sekarang It’s Time To Go Home, kembali ke alamnya……

Kita kembali menaiki perahu yang sama (memang janjian dulu sebelumnya dengan tukang perahu, kalau kita akan pulang jam 17.00). Di dermaga Pulau Untung ini banyak sekali binatang bulu babi, waaahhh syukurlah bukan dipantainya, kebayang khan kalo dipantai?? bisa-bisa ketusuk duri-duri tajamnya si “Pig Hair” itu…hiyyyy…

Pemandangan sore di pulau seribu

sunset at pulau seribu

perahu dibawah sinar sunset pulau seribu

 

 

 

 

 

 

 

Oya….selain melalui Tanjung Pasir, Rute menuju pulau seribu juga bisa melalui beberapa jalur,  Seperti : Dadap, Kamal, Muara Angke, Pantai mutiara, Muara Baru dan Tanjung Priuk. Tapi memang yang terdekat melalui Tanjung Pasir.

 

 

Sedikit Tips :

1.  Perbekali diri dengan membawa peralatan seperti baju ganti, sabun, Sunblock dll

2. Bawa makanan sendiri, termasuk snack dan makanan besar (coz disini mahal banget kalau mo belanja, bisa 2 x lipatnya harga di Jakarta, eh…pulau seribu masih Jakarta juga ya….. 😀 )

3. Pintar-pintar pilih tempat, yang layak, karena disini ada sampah-sampah yang bergentayangan

4. Yang terakhir…..Bawa uang yang cukup ya 😉 , coz disini souvenirnya bagus-bagus, dan harganya juga murah dibanding di Jakarta

Selamat berliburr………

Read Full Post »

Mudik ke Majalengka

Tiap tahun di hari raya Iedul Fitri kami sekeluarga pasti melaksanakan ritual mudik, Tapi kali ini acara mudik kami berbeda.

bus mudikKita mudik pakai angkot alias nge-bis ^_^, biasanya pakai mobil yang nganggur dirumah, tapi karena kebetulan di tahun ini supirnya berhalangan….ya terpaksa deh kita ngebis…….hhmmmmm kayaknya bakal seru juga ngerasain berdesakan di terminal….

Mari kita mulai perjalanan kita………

Tujuan : Majalengka, Jawa Barat.

Berangkat dari rumah di Hari pertama Iedul Fitri, Habis sholat Ied – lanjut dengan silahturahmi ke tetangga,  daaannn langsung berangkat ke Terminal Kampung Rambutan.

Berangkat jam 11.00 pagi. Angkot yang menuju ke Kp. Rambutan memang sangat jarang, mungkin karena supirnya juga lagi pada silahturahmi kali ya…..dan jalanan tetap macet…maklum Jakarta tak ada hari tanpa macet…..Tarif Angkot (T.19) Depok – Kp. Rambutan Rp. 3500/orang

Sampai di Kp. Rambutan 11.45, lumayan sembraut alias ramai….banyak yg mau mudik juga di hari H Iedul fitri itu, dipikir sih hari H sepi dari pemudik, tapi malah sebaliknya.

Bis yang akan kita duduki adalah bis jurusan Sumedang. Kalau dulu biasanya naik MS (Medal Sekarwangi), tapi menurut kerabat, saat ini ada bis CBU (Cahaya Bhakti Utama) yang ke Sumedang + AC, hmm lumayan…

Saat menaiki bis, kami tidak berdesakan sih….namun tak terasa hanya dalam beberapa menit, sudah ada beberapa orang yg berdiri dalam bis…hhmmm…kalo mi jadi mereka, ngapain juga ya berdiri di bis yg masih di terminal, khan ada bis ke 2, ke 3, ke 4 …dst, beda2 sedikit sampai tujuannya gpp deh…dari pada harus berdiri utk perjalanan jauh….cuaaapee lohhh…..

Kami berangkat dari Terminal Kp.Rambutan Jam 12.00. Bis masih tetap mencari penumpang di luar terminal, wal hasil makin penuh deh tuh bis-nya. Oh ya…ongkos naik CBU Rp.45.000 (biasanya sih 30 rb-an, tapi karena peak season kali ya jadi naik….^_^ lumayan lah)

Saat memasuki Tol sudah mulai macet  sampai Cikarang terus merayap, macet, ternyata dah ada 2 kejadian kecelakaan…fyuhhhh….

Masih dalam kemacetan, Seorang ibu dalam bis berteriak ke pak supir untuk menghentikan laju bis :

Ibu : “Pak tolong pak, berhenti dipinggir sebentar, Secepatnya!”

Supir : “Kenapa bu?”

Ibu : “Ada yg Puff nih pak, cepetan dong kepinggir!”

Supir : “hah?apaan?” (sambil terus memperhatikan jalan di depan dan sesekali  nengok ke belakang)

Ibu : “Ada yg PUFF PAAAAKKK…Cepetan doooooooong pak kepinggir!!!”

Supir “Hah???” (masyaAllah nih supir budeg kali ya..dari tadi hah heh hoh melulu…..)…..”Puff Apaan???” (Gubraaaakkk!!)”

Dari belakang, penumpang berteriak……(maaf) Berak Woy Berak!!…..

Walah si supir malah bilang : ” Ya udah tahan aja dulu”

si Ibu yg emosi gara2 kesel sama supirnya yang nggak gaul alias nggak ngerti Puff (hihihihi…) langsung bilang : ” Yg ee’ bocah pak, bukan odi pinggir tolrang gede, lagian dia dah ee’ di celana dan saya harus turun utk cebokin anak saya karena baunya dah nyebar ke seluruh bis dan penumpang lain dah pada protes pak!

(hihihihi…mi sedikit mo ketawa sih sambil nutupin hidung, coz memang dah menyebar baunya)

Akhirnya bis di kepinggir-kan oleh pak supir dan anak yg “puff” berhasil dibersihkan dari kotorannya. Bis kembali meneruskan perjalanan dan penumpang lega sambil melepaskan tangan ataupun penutup hidung mereka……..fyuuuhhh…

Sampai di Sumedang jam 17.30. Biasanya perjalanan Jakarta-Sumedang dapat ditempuh sekitar 4 – 4 1/2 jam, kali ini extra 1 jam karena muacet sepanjang jalan…dan kejadian2 tak terduga…^_^

Dari Sumedang, kami meneruskan perjalanan ke Majalengka – Kadipaten. Naik bis Bandung – Cikijing tarif  Rp.15.000, wah ternyata di bis ini banyak penjaja makanan, especialy Tahu Sumedang yang masih fresh dan yg pasti lebih murah…..harga tahu biasanya Rp.10.000 utk 30 pcs, didalam bis ditawarkan hanya Rp.5.000 utk 20 pcs, walah….lumayan nih utk oleh-oleh yang dirumah dan ganjel perut …..^_^

Alhamdulillah akhirnya sampai rumah nenek jam 19.30….whatta long-long journey……kalau naik mobil sendiri, perjalanan Jakarta Majalengka 4-6 jam, wah pas musim mudik gini dan naik bis bisa ditempuh sampai 7-8 jam….lumayan pegel yah…..

but it’s ok, itu perjalanan ku selama mudik…

Banyak pengalamannya, sukanya, juga dukanya….^_^ tapi tetap enjoy dong…..always^_^

Salam

Mimi

Read Full Post »

BROMO TOUR

Wahh..baru pertama kali nih, menginjakkan kaki di Jawa Timur….. dan tempat pertama yang gw singgahi adalah SURABAYA….^_^

Itu juga karena ada acara dari kantor, kalo nggak ada, mungkin gw gak bisa pergi jauh2 dari sekitaran Jawa Barat….^_^

Berangkat tanggal 8 January 2009 Jam 14.25. seharusnya sih berangkat Jam 14.00, tapi pesawat di delay karena di Surabaya hujan deras dan kondisi tidak memungkinkan utk pesawat mendarat di sana…hiks….tapi gapapa sih gw berangkat gak sendirian, ada Pak Keris, Mba Lita dan Mba Maru ^_^.

Sampai di Surabaya Jam 15.50, Bener sih ternyata masih hujan walau dah gak deras lagi.

Ok, kita dah sampai di bandara, bingung euy mau naik apa ke JW Marriot. Syukurnya disana kalau mau naik taksi ada loketnya gitu, Jadi kita tinggal datang ke loket itu dan informasikan tujuan kita. keluar deh tagihannya Rp. 84.000. Wah kita pikir koq mahal banget, secara sepertinya gak terlalu jauh dari JW Marriot. Tapi ya gapapa lah wong bisa di reimbes ini di kantor….heeeee^_^.

Wah ternyata tanpa disangka2 hujan deras dah membuat kota Surabaya kebanjiran, wal hasil jalannya macet parah. Kata bapak taksinya kalo nggak macet jarak yang ditempuh dari bandara ke JW.Marriot gak terlalu jauh cuma sekitar 45 menit. waaaa…….ternyata hari itu kita lagi apes banget, kita sampai ke Hotel 2,5 jam kemudian…huuuuu…pegel pantat gw…. selama di perjalanan (saat di taksi) gw sama mba maru bisik2 “wah kalo taksinya pake argo, gak mungkin cuma Rp.84.000 nih, bisa2 Rp.200 ribu lebih..” akhirnya kita kasih uang tips utk bapak taksi. Kasian bow dia nyetir sampe 2,5 jam di kemacetan….^_^….

wuuiiihh….kesan pertama yang tidak  meng-enak-an di Surabaya, ternyata gak cuma di Jakarta aja yg sering macet, Surabaya juga gak jauh beda….

Sampai di hotel, temen2 yang lain dah pada jalan2 ke Tunjungan Plasa, kita yang laper gitu masuk ke kamar…hiks….. akhirnya minta tolong temen sekamar (her name is Meta) yang dah dateng duluan dan dah jalan2 ke Tunjungan Plasa utk beliin makan, walau sebenernya sih pengen nyoba-in Rawon Setan yang kata org termasuk salah satu khas Surabaya (bener gak ya??). Tapi gapapa yang penting dah sampe, bisa mandi, istirahat sambil tunggu makanan….huuuu senangnya^_^

gi dikamar nunggu makanan datang ^_^

gi dikamar nunggu makanan datang ^_^

Jam 23.00 Masuk ke bus utk berangkat ke Bromo…..huuaaahhh ngantuk, belom sempet tidur. wal hasil selama perjalanan cuma bisa tidur sambil mendengarkan guide tournya berbicara, dan merasakan bus yang berjalan geal geol di tikungan. Waktu  menunjukan pukul 1.30 (9 Jan’09), bus berhenti di pemberhentian bus DAHLIA, kayaknya ini tempat transit juga coz disini kita harus teruskan perjalanan ke bromo dengan menggunakan Jeep (menurut info, tarif jeepnya sekitar Rp.200 rb-an). sebelum berangkat kita sarapan pagi dulu, lumayan ngangetin badan……mmmhh…ketemu si Dipa temen di kantor pusat yang dah pindah ke Surabaya, ya wes ngobrol2 dulu sama beliau…..sambil menunggu teman sekamar ku Jeung Meta, yang bus nya belom sampai2……. Akhirnya Meta dah sampai dan rombongan yang lain juga dah nyarap…halah..maksudnya sarapan……. kita lanjutkan perjalanan ke Bromo, tapi sebelumnya mampir dulu di PANANJAKAN mau lihat Sun Rise….mmhhhh kayak apa ya sunrisenya???…

Wuiihhh di pananjakan dingin banget……saking dinginnya kalo ngomong keluar asap…..kayak di film orang bule aja……hahaha nora ya? Ssetelah sampai di pananjakan langsung pipis, secara kalo pipis harus cebok dan gw gak terbiasa pakai tissue doang, wal hasil pas air menyentuh kulit gw…….ccciiiiiiiitttttt….waksssss dingin banget….sumpah gak tahan…buru2 keluar dan setelah itu seharian gak mau pipis lagi sampai di tempat transit (dahlia) baru bisa pipis. hihihihihi…….^_^.

Meta, Bu Feni, Gw)

Sunrise di PANANJAKAN (dari Ki-Ka : Meta, Bu Feni, Gw)

Sayangnya waktu di Pananjakan, Sunrise tertutup kabut, jadi agak nggak jelas gitu deh fotonya.

Dari PANANJAKAN……Lets go To BROMOOOOOO……

Gw, Pak Keris, Rudi Indra)

Naik Jeep ini utk ke Bromo (dari ki-ka : Gw, Pak Keris, Rudi Indra)

Ternyata ya……supir2 jeep disana dah melebihi keanu reeves kelihaiannya dalam membawa mobil, bayangin aja, jalan kecil, yang cuma muat 1 mobil (2 mobil juga muat sih tapi jalan pelan saat papasan), sebelah kiri bukit, sebelah kanan jurang…wuuihhh…mereka dengan kecepatan 60 km/jam berkelak-kelok di perbukitan, kita penumpangnya serasa naik jet coaster aja…..waaaaaa.

Nah kira2 15 menit sampai di Bromo, untung jeepnya ada kacanya di depan, coba kalo kacanya bolong……kita dah kayak naik motor yamaha nya si Komeng kali ya, acak2an….hahahaha

BROMOO….I’m Coming…………….^_^

Tiba di Bromo

Tiba di Bromo

Saat sampai di Bromo, telah menunggu para penyewa kuda di pinggir2 patok beton yang terhampar di lautan pasir Bromo. Ternyata patok beton itu ada fungsinya, jadi kalau para wisatawan atau pendaki yang datang malam hari, patok tersebut sebagai acuan utk mengetahui parkiran mobil….kalo gak ada itu, mungkin pada nyasar kali ye….

Jalan menuju Bromo

Jalan menuju Bromo

Sepanjang lautan pasir para penyewa kuda menawarkan kudanya, mulai dari Rp 75.000-65.000 PP, tapi berhubung mau menikmati jalan di padang pasir jadi gw putuskan gak mo naik kuda, tapi dasar ya para penyewanya maksa, sampe akhirnya dah di kaki bukit mereka tetep nawarin, dan harganya mulai turun jadi Rp.10.000 – 5.000. Waaaa…murah banget, kasian sih sama abang2nya, tapi ya mo bagaimana lagi, udah bertekad mo merasakan capeknya melewati rintangan di bromo koq…ya tetep aja tawaran para penyewa tadi gw tolak….huuuhuhu……. (oya kalo jalan di padang pasir ini hati2, kalo bisa perhatikan jalan yg akan kita pijak, karena disini banyak kotoran kuda……(kayaknya ini termasuk salahsatu rintangan juga deh..heheh)….gak mau khan pulang2 bawa penyakit dari kotoran itu ^_^)

Gaya dulu di kaki Gunung Bromo

Gaya dulu di kaki Gunung Bromo

Setelah melewati padang pasir yang berjarak sekitar 2 km (bener gak ya?) tibalah kita di kaki bukit Bromo, tapi tantangan gak cuma sampai situ aja, utk naik ke puncak kita harus menaiki anak tangga yang berjumlah 245 buah (kata guidenya kalo ngitung sendiri, bisa 250, 270 dll, jd gak sama tiap org, tapi yg pasti adlh ya 245 anak tangga). wuuiiihhhh cape banget, pas disini gw sering banget berhentinya…malah sempet foto2 dulu berbagai gaya….hahahah…Cape Bow!.

Ini dia Kawah nya Gunung Bromo

Ini dia Kawah nya Gunung Bromo

Alhamdulillah…akhirnya sampai juga di puncak, Pak Keris dah sampe duluan…..waaaa…gw telat, n beliau dah jeprat-jepret …..tuh  kawah hasil jepretan beliau, hihihi gw bajak dari kameranya…..^_^ .

Oya di puncak ini banyak penjaja bunga. Salahsatunya bunga Edelweis (halah nulisnya gitu bukan sih…hihihi) Bunga Abadi, yang dah termasuk bunga dilindungi …alias langka. Kalo menurut Pak “Guide” bunga Edelweis itu warnanya putih, jadi kalo ada yang nawarin bunganya warna warni, itu bukan Edelweis melainkan bunga ilalang. Bener juga sih bunganya bagus2 ada warna ungu, merah, putih dll. Hanya sedikit bunga Edelweisnya, rata2 dicampur bunga ilalang. Pak Keris beruntung banget dapet yang edelweis, walau belum mekar sempurna sih. tapi sulit banget nemuin bunga yg bener2 Edelweis. Rata-rata bunga ditawarin sekitar Rp. 15.000 – 30.000.

Foto Bareng di Puncak Bromo

Foto Bareng di Puncak Bromo

Sebelum turun dari puncak Bromo, kita Foto2 dulu…..”Say Tempeeeeeeee”^_^ (hihi yg ada mukanya pada kecapean semua ya….gak sempet senyum manis lagi)

Setelah turun dari Bromo, saat perjalanan menuju jeep, banyak penjaja souvenir Bromo, Gw beli kaos Bromo cuma 1 sih Rp. 15.000, lumayan oleh2 buat orang di rumah…^_^, Rata-rata kaos dijual Rp.10.000 – 30.000, tergantung jenis bahan dan berani nawarnya….heeeee^_^.

Huahhhhh….akhirnya kita kembali ke Hotel dengan rute sama seperti berangkat……….^_^

Kesan-kesannya selama ke Bromo :

–  Seru, Pengalaman yang mungkin belum tentu kesana lagi….

–  Cape…bangeettt……

–  Agak menakutkan dengan para penjaja kuda yang telalu maksa….hiks

Tips kalo mau tour ke Bromo :

–  Siapkan diri sebelum berangkat, kalo bisa makan dulu, biar gak pingsan

–  Utk yg punya penyakit : likes ashma, siapkan obat2an, karena disana dingin banget dan kalo punya ashma bisa kambuh.

–  Bawa Cemilan n air mineral

–  Pake baju double : Kaos, Sweater, Jaket tebal, Topi kupluk, Sarung tangan.

–  Pake sepatu kets (spatu olahraga)

–  dan yang terakhir dan penting adalah…bawa duit buat belanja…..hihihi…

Ocre deh….sekian dulu sekelumit pengalaman gw saat Tour ke Bromo. Walau sebenernya masih banyak cerita seru saat di Surabaya-nya. Seperti Acara tahun 70-an dari kantor, n Pengalaman gw (sendirian alias alone) mencari Toko Bhek. Toko oleh2 yg terkenal di Surabaya.

Sampai ketemu di cerita lainnya,

Wassalam

Mimi

Read Full Post »