Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘wasiat istri’ Category

bahagia

Start the New Life” merupakan ungkapan yang bisa membuat hati deg-degan bagi yang akan menghadapinya……  Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai  “The New Life”  ini alias hidup baru dengan pasangan.

Bagaimana kita dapat membangun suatu pernikahan yang sukses?

Terkadang pasangan lebih memikirkan persiapan pesta pernikahan yang sempurna dari pada rencana kehidupan yang akan dijalani setelah pernikahan. Padahal yang utama adalah kelangsungan hidup pernikahan itu sendiri. Banyak pasangan mengalami perpecahan karena tidak menyadari titik rawan pernikahan.

Sebenarnya Kebahagian dapat diraih apabila Pernikahan itu memiliki :

  • Harapan dan pandangan yang positif terhadap kehidupan,
  • Memiliki konsep yang realistis tentang cinta,
  • Mampu mengkomunikasikan perasaan-perasaan,
  • Mengerti dan menerima perbedaan jenis kelamin,
  • Mampu mengambil keputusan dan menyelesaikan perselisihan
  • Serta memiliki landasan rohani dan tujuan yang sama

Bagaimana CINTA dapat memperkuat suatu hubungan pernikahan?

cintaAnatomi Cinta

Cinta tidak mudah dimengerti, dalam Cinta terkandung kasih sayang dan kemarahan, kegairahan dan kebosanan, kestabilan dan perubahan, pembatasan dan kebebasan. Robert Stenleg, seorang psikologi dari Yale University telah mengembangkan suatu model segitiga cinta : “Cinta bagaikan sebuah segitiga yang memiliki tiga sisi : gairah, keintiman dan komitmen”

1.  Gairah

Sebagai sisi pendorong perasaan untuk bercinta. Gairah bersifat sensual dan seksual, ditandai oleh rangsangan biologis dari suatu keinginan yang besar akan kasih sayang yang dinyatakan secara fisik.

2.  Keintiman

Sebagai sisi emosional. Keintiman merupakan isi kerinduan hati yang terdalam akan kedekatan dan penerimaan. Sepasang kekasih harus saling mengenal secara mendalam agar dapat menyatu, sebab timbulnya cinta tergantung pada kedekatan, komunikasi dan saling berbagi. Sehingga tanpa keintiman, pasangan akan tetap merasa sendiri, walaupun mereka sudah hidup dalam satu atap.

3.  Komitmen

Sebagai sisi kognitif dan kemauan. Komitmen menjajikan kepastian dan menjaga cinta terhadap pasangan, saat gairah menjadi redup.

Membuat Cinta bertahan seumur hidup

pasangan harmonisCinta yang abadi tidak terjadi begitu saja, tetapi harus dipelajari, dipraktekan dan di asah. Pernikahan yang sukses adalah hasil dari dua orang yang bekerjasama dan trampil untuk mengembangkan cinta mereka.

Berikut ada sedikit tips untuk mengembangkan pernikahan :

A. Memelihara Gairah.

Beberapa strategi untuk memelihara gairah :

  • Lakukan sentuhan yang bermakna
  • Rencanakan pengalaman-pengalaman yang saling membahagiakan
  • Berikan pujian kepada pasangan

B. Memelihara keintiman

Beberapa hal yang harus diingat untuk memelihara keintiman.

  • Luangkan waktu bersama
  • Dengarkan dengan telinga ke tiga
  • Praktekan penerimaan tanpa syarat

C. Memelihara Komitmen

  • Hargai tingginya nilai komitmen
  • Penuhi kebutuhan-kebutuhan pasangan
  • JAdikan komitmen sebagai bagian dari keberadaan kita

Komunikasi yang baik

Untuk menikmati komunikasi yang baik dalam pernikahan, ada 3 sifat pribadi yang harus dimiliki. Yaitu

1.  Kehangatan.

Kunci kehangatan adalah Penerimaan. Daripada hanya menilai dan menuntut, lebih baik kita menerima perasaan dan tindakan orang yang kita cintai.

2.  Ketulusan

Ketulusan diekspresikan bukan dengan kata-kata, tetapi dalam nada suara dan perilaku non verbal, mata dan sikap tubuh kita. Seseorang dapat menghujani pasangan dengan cinta tetapi bila tidak ada ketulusan cinta itu akan hampa.

3.  Empati

Empati adalah melihat dunia dari pandangan pasangan kita.

Dan satu hal yang juga penting agar cinta bertahan seumur hidup adalah, tiap pasangan harus mengetahui apa yang di inginkan pasangannya…..

Nanti kita bahas yang ini ya……sekarang back to work dulu……^_^

Salam,

Mimi

Read Full Post »

sumber : House of Glory

menikahPernikahan melibatkan potensi yang luar biasa bagi kebahagiaan, tetapi juga ada banyak resiko kegagalan.

Tujuan utama dalam hidup kebanyakan orang masih tetap sama yaitu : “Menikah Dan Bahagia”. Pernikahan melibatkan potensi yang luar biasa bagi kebahagiaan, tetapi juga ada banyak resiko kegagalan.

Pada waktu dua orang jatuh cinta dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup bersama, mereka dapat menciptakan sukacita bagi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka kelak atau malapetaka bagi setiap orang yang terlibat.

Memilih Pasangan merupakan tantangan yang paling penting bagi pria dan wanita lajang, karena pilihan dengan siapa ia akan menikah lebih penting daripada segala sesuatu yang lain yang akan digabungkan untuk membuat pernikahannya berhasil.

Banyak orang mengalami kegagalan dalam pernikahan karena mereka memilih pasangan “Seumur Hidup” mereka dengan begitu buruknya. Mereka kurang mendapatkan pengetahuan dan pelatihan dalam hal tersebut. Masyarakat kita terbiasa diajarkan untuk bersandar semata-mata kepada “naluri alamiah” mereka dalam memilih pasangan. Sesungguhnya sangat dibutuhkan kecakapan dalam memilih pasangan, mengingat sangat pentingnya memilih pasangan yang tepat agar tercapainya kebahagiaan dalam pernikahan.

menarik perhatianNeil Clark Warren dalam bukunya “Temukan Cinta Di Hidup Anda”, menjelaskan ada 10 karakteristik yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan yang tepat, yaitu :

1. Kepribadian :

  • Anda harus menentukan tipe kepribadian apa yang anda inginkan dimiliki oleh pasangan anda kelak. Apakah anda senang pasangan yang pendiam atau cerewet? Apakah anda menyukai orang yang bersemangat atau yang tenang? Apakah anda tertarik kepada orang yang lucu atau serius? Apakah anda suka kepada seorang yang kuat dan independent atau orang yang penurut? Carilah seseorang yang kepribadiannya akan membuat anda benar-benar bahagia selama bertahun-tahun hidup bersamanya

2.  Intelegensi :

  • Dalam pernikahan yang stabil terdapat korelasi yang tinggi dalam hal intelegensi diantara pasangan. Pribadi-pribadi akan melakukan hal yang terbaik bila disandingkan dengan seseorang yang mirip dalam kecerdasannya.

3. Penampilan :

  • Selera pribadi anda harus dipertimbangkan sewaktu membentuk gambaran pasangan ideal anda. Anda harus menetapkan pilihan anda sendiri mengenai tinggi badan, penampilan wajah, gaya berpakaian dan gerak-gerik fisik dari pasangan anda.

4. Ambisi :

  • Kesamaan tingkat ambisi sangat penting untuk dimiliki oleh kedua orang yang berpasangan dalam pernikahan, agar mereka dapat mencapai sasaran-sasaran mereka dan meraih impian-impian mereka.

5. Daya Tarik :

  • Rasa saling tertarik baik emosi maupun fisik mutlak harus ada diantara kedua orang yang akan menikah untuk kepuasan pernikahan jangka panjang.

6) Kerohanian :

  • Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa komitmen agama dan kesuksesan pernikahan sangat berkaitan. Bukan hanya kesamaan agama yang perlu diperhatikan oleh dua orang yang akan menikah, tapi juga orientasi atau minat kerohanian dari pasangannya.

  • Istilah "kerohanian" pada pokoknya lebih dalam dari agama. Agama seringkali menunjuk kepada hal-hal yang eksternal, tindakan-tindakan berdasarkan tradisi agamawi, sedangkan kerohanian menunjuk pada iman dan kepercayaan internal yang mencakup kehidupan batiniah.

7. Karakter :

  • Konsistensi karakter orang merupakan prasyarat mendasar untuk pernikahan yang stabil. Karakter calon pasangan harus benar-benar dikenal terlebih dahulu, agar dapat melangkah masuk kedalam pernikahan dengan bekal saling mempercayai satu sama lain.

8. Kreativitas :

  • Apabila cinta dicampur dengan kreativitas, dua kekasih dapat merayakan sepenuhnya dan menikmati hidup mereka bersama-sama. Orang yang akan menikah harus mengetahui dan siap menerima dalam hal-hal apa saja calon pasangannya. Apakah ia memiliki kreativitas yang baik, atau ia tidak memiliki sama sekali.

9. Kemampuan menjadi orangtua :

  • Apabila anda mendambakan mempunyai sebuah keluarga dengan kehadiran anak-anak, anda harus menemukan pasangan yang mau berbagi untuk sasaran itu. Perlu diketahui apakah pasangan anda menaruh perhatian dan memiliki kemampuan sebagai orangtua atau tidak.

10. Keaslian :

  • Pernikahan yang baik membutuhkan dua orang yang asli. Setiap orang yang memasuki pernikahan perlu memiliki kemampuan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya, untuk jujur dengan pendapat-pendapat sendiri dan menyukai diri sendiri, dengan demikian ia akan memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk menjadi seperti dirinya sendiri.

Read Full Post »

Liat dari judulnya serem ya….gak boleh nikah…^_^, koq gitu sih?? nikah kan ibadah??……. tapi nanti dulu….kalimat di judul tadi belum selesai….hehehe.

Gak sengaja sih nemu email lama yang membahas tentang ini, jadi dari pada disimpen di email, nanti terhapus mending simpen di blog aja deh……yuuuk marriiiii.

Ada nasihat bagus buat para Lajang….

menikahJANGAN MENIKAH KARENA…

1. Jangan menikah karena Harta
Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. “Cinta” yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.

2. Jangan menikah karena Perasaan Asmara
Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat
cepat berubah oleh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itu buta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji . Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.

3. Jangan menikah karena Rupa saja
Kecantikan atau ketampanan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur.
Utamakanlah kecantikan yang di dalam diri.

4. Jangan menikah karena iba

Iba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan.  Kasihan dapat habis, tapi Kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah Kasih, bukan Kasihan

5. Jangan menikah untuk kepuasan Sex saja
Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pemikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.

6. Jangan menikah karena paksaan keluarga
Seorang anak harus berbakti kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada mereka , jangan dengan kekerasan.

7. Jangan menikah karena desakan usia
Bila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekan sudah berpasangan, orang akan mulai  gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asal “tabrak dan sikat.” Hindarilah tindakan tersebut. Sabarlah dan Yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.

8. Jangan menikah untuk membalas jasa
Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.

Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang TerPenting adalah    Jangan Menikah Tanpa Pengertian Dan Persiapan dengan Tindakan Yang Nyata.

^_^

Read Full Post »

Sebagai calon seorang istri (hihihi ngarep.com)……banyak cari-cari ilmu untuk perbekalan nanti…..salah satunya : artikel tentang 10 Wasiat Untuk Istri, Sebenarnya nih artikel dah lama banget nemunya…..tapi baru sekarang sempet di tuangkan dalam blog ini. gw aja lupa nama sumber blognya apa…..bukan maksud mo berplagiat tapi gw lupa…..heheheh…. dan ini menjadi sumber insprirasi gw dan juga para wanita yang akan menikah nantinya ^_^

Istri yang muslimah

10 WASIAT Untuk Istri

Istri memegang peranan penting dalam keluarganya, maka ia dituntut untuk memahami peranan tersebut lalu mengaplikasikannya   dalam kehidupan berkeluarga.  Berikut beberapa wasiat untuk  mereka yang berhasrat menjadi istri yang mendambakan keluarga bahagia.

1.  Takwa kepada Allah SWT dan menjauhi maksiat.

Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu janganlah berbuat maksiat dan jagalah Allah SWT maka dia kan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu.

HAti-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya :

  • Meninggalkan Shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara tidak benar
  • Duduk di majlis Gibah dan Namimah, berbuat Riya dan Sum’ah
  • Menjelekan dan mengejek orang lain. Allah SWT berfirman “Wahai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan)” (QS. Al Hujurat : 11)
  • Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram.
  • Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pembantu dan pendidik-pendidik yang kafir
  • Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah SAW bersabda :”Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka”(HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).
  • Membiarkan suami dalam kemaksiatannya.
  • Tabarruj (Pamer kecantikan) dan Sufur (membuka Wajah)
  • Membiarkan supir dan pembantu masuk kedalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak

2. Berupaya Mengenal dan memahami suaminya

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa-apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Al-Khalik (Allah ‘Azza WAjalla)

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah SAW bersabda : “Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya”.(HR. Imam Ahmad dan Tarmizi, dishahihkan oleh Al-Albany)

Hak suami yang  pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah SWT dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasullah SAW bersabda : “Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga kembali (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany)

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah SWT, jika engkau bertakwa kepada Allah SWT dan taat kepada suamimu.

4. Bersikap Qanaah (merasa cukup)

Kami meninggikan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik sedikit ataupun banyak. Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga

Seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makanan pada waktunya.

Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membalanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.

Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah SWT semampumu.

7. Menyertai Suami dalam perasaanya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya.

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya.

8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya

Wahai istri yang mulia, Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukan dengan senyman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata Cinta yang memikat dan menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memafkan kesalahan dan kekuarangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9. Menyimpan Rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya)

Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya, serta paling tau kekhususannya. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suami mu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dhalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan

Termasuk kesalahan adalah : Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. PAdahal Rasulullah SAW telah melarang hal itu dalam sabdanya : “Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya”. (HR. Bukhary dalam An-Nikah)

(Rumah tangga tanpa problema -Syaikh Mazin Bin Abdul KArim Al-Farih)

Read Full Post »

« Newer Posts