Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘prewedding syndrom’ Category

Banyak hal yang harus dipersiapkan dalam pernikahan salahsatunya bisa dilihat di tulisanku sebelumnya (Hal yang harus diperhatikan sebelum menikah).  Hhhhmmmmm….. ada ke unikan tersendiri waktu mempersiapkan pernikahan ini. Yup…. segala tekanan dan keinginan dari diri sendiri, pasangan maupun keluarga membuat kita puuussssyyyiiing 7 keliling. Tapi….tapi…tapi…. ada sukanya juga loh… so jangan khawatir untuk yang sedang mempersiapkan ya 😉

Syukur Alhamdulillah acara pernikahanku kemarin berlangsung dengan lancar, walaupun tanpa menggunakan WO. Kami hanya memaksimalkan anggota keluarga dan teman-teman terbaik kami….. 😉  (haturnuhun, terimakasih, arigato gozaimas, thank you very much untuk keluarga dan teman-teman ku yang baik hati meluangkan waktunya untuk kelancaran pernikahan kami kemarin… 😉 )

Oh ya pernikahan ku sebenarnya tahun lalu, tapi baru sekarang bisa nulis mengenai hal ini karena I need a lot of time to do to start my new life..

Ok. Kita mulai step-stepnya ya :

Pertama.

Tentukan tanggal pernikahan, biasanya ini dilakukan saat lamaran, pihak laki-laki dan perempuan saling mengutarakan pendapat, dan biasanya para orang tua sudah menghitung tanggal yang tepat untuk kita. Tapi karena disini sifatnya diskusi jadi kita tetep bisa mengutarakan pendapat koq.

Kedua.

Tentukan tema pernikahan, ini harus di bicarakan antar 2 keluarga agar dapat diambil keputusan tema yang akan kita gunakan. Apalagi kalau orang tua kita beda suku, biasanya punya adat masing-masing dan disini bisa jadi perdebatan sengit juga nantinya 🙂 . Tapi gak perlu khawatir saat ini khan sudah banyak pernikahan dengan tema modern tapi tanpa menghilangkan ciri adat istiadat kita, iya toh? 😉

Ketiga.

Tentukan Budget. Yup inilah hal yang paling sensitif.

Tentukan budget sesuai kemampuan, memang sih menikah itu hanya sekali jadi inginnya dirayakan secara besar-besaran, tapi gak mau kan habis menikah kita banyak hutang??? lagi pula, sesuai ketentuan agama bahwa syarat untuk menikah bukanlah perayaan yang besar-besaran cukup ada wali nikah dan mas kawin saja.

Soooooo……. tentukanlah budget pernikahan mu dengan bijaksana, okeh? 😉

Setelah semua sudah ditentukan dan sudah didiskusikan dengan matang-matang. Barulah kita lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu persiapan secara teknis……*halah bahasanya.

Kalau aku kemarin, buat semacam proposal yang isinya mengenai hal-hal di atas…..hhmmmm bukan seperti proposal penawaran produk loh ya ^_^.  Dalam proposal tersebut mencantumkan :

  • Nama Calon Pengantin, beserta bin dan bintinya
  • Tanggal dan tempat pernikahan
  • Tema yang akan digunakan
  • Nama-nama vendor yang akan di gunakan
  • Jumlah Seragam yang akan digunakan keluarga
  • Nama-nama panitia yang terlibat
  • Susunan acara akad nikah dan resepsi
  • Menu Catering yang akan disajikan
  • Lampiran-lampiran : Cek list nama-nama panitia, cek list barang-barang seserahan serta perlengkapan akad dan resepsi, dan cek list  vendor yang akan membantu.

That’s it, simple khan? hal ini di butuhkan agar pesta pernikahan kita tertata rapih dan berjalan lancar, walaupun tidak menggunakan WO.

Memang dalam pelaksanaanya dibutuhkan kesabaran, seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa banyak tekanan yang bisa membuat kita Stress. Tapi hal ini harus kita lalui toh?? namanya juga perjalanan hidup, Jangan pernah menyerah ditengah jalan.….Just Do It and Enjoy it, The Sun will comes Up After the Rain, Believe me, Soo…tetap SEMANGAT YA…. 😉

Advertisements

Read Full Post »