Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2010

hai…ketemu lagi…^_^

setelah hari pertama kemarin kita jalan-jalan ke yogya, rasanya belum puas kalau tidak mengunjungi setiap wisata disana….

So….hari ini kita jalan-jalan lagi yuuuuukkkk……

Perjalanan hari kedua

Setelah lelahnya seharian kemarin kita berjalan-jalan, gak menurunkan semangat gw untuk kembali melanglang buana kota yogya….

Candi Prambanan


Pagi yang cerah mengawali hari ini….uhhh makin bersemangat nih, pagi-pagi dah siapin perbekalan untuk tempur hari ini.

Seperti biasa, dari rumah tante Nining di Perumahan Pendowo Harjo Bantul kita naik bus koperasi Abadi ke Jokteng. Lalu naik trans Yogya ke Prambanan.  Kali ini gak  usah pusing-pusing naik bus. cukup naik Trans Yogya 1 kali, transit di bandara, langsung sampai deh ke Prambanan.

Tiket masuk Prambanan Rp.12.500, sebenernya ada tiket terusan juga ke Borobudur (Rp. 20.000) tapi karena kita ingin jalan-jalan secara independent jadi ya nanti-nanti aja deh ikut paket tournya. Oya kalau bawa kamera or kamera foto bayar Rp. 1.000 dipintu masuk.

Dikarenakan adanya gempa beberapa waktu yang lalu kondisi Candi Prambanan cukup memprihatinkan, ada beberapa candi yg berantakan dan masih di pugar termasuk candi utama yaitu Candi Shiva. Sayangnya karena masih di pugar atau di renovasi, akses menuju Candi terbesar di prambanan ini (Candi Shiva) di tutup.

wah hujan membasahi kami di prambanan, akhirnya berteduh dulu di dalam candi…..mmmmmhhhh ternyata dalam candi itu pengap ya, gelap pula. Kebayang sih bikin candinya khan jaman dulu belum ada semen jadi boro-boro mo bikin jendela untuk ventilasi, buat bikin puzle nya alias menyusun batunya saja dah ribet….hehehehe….(just kidding). Ok Serius!…..sebenarnya memang karena beberapa fungsi candi itu sebagai tempat sembahyang,  ya wajarlah di buat sedemikian rupa  agar tetap khusuk.

Walaupun candi-candinya banyak yang berantakan, tapi pemandangannya tetap indah deh, gak melewatkan dong jepret sana jepret sini. Eh ternyata ada tukang foto keliling….walah dah lama juga nih gak foto ke tukang foto keliling kayak gini, mentang-mentang sekarang dah canggih fotonya pake HP or foto digital terus….^_^.  Nyoba foto dulu ah…..

Foto keliling Rp. 30.000

dah puas foto-foto, waktunya pulang….tapi eits, jangan dulu pulang, di komplek Prambanan ini masih banyak candi-candi yang bisa kita temui, salah satunya Candi Sewu.

Yuk kita ke Candi Sewu

Candi Sewu

letaknya sekitar 800 m dari Candi Prambanan. Tapi karena sudah lelah berkeliling dan foto-foto akhirnya ke Candi Sewu kita naik kereta mini. Wah saat naik kereta ini pas berbarengan dengan anak-anak pramuka….ya…ya rame pisan euy…..tapi nggak papa lah…..

naik kereta mini Rp.5000/org

Candi Sewu ini merupakan Candi Budha sedangkan Candi Prambanan merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia (yang ini liat di wikipedia… 🙂 ). Jadi sudah dapat dinilai toh, bahwa sedari dahulu di Indonesia para umat beragama sudah saling menghormati, terbukti terdapat Candi dengan 2 agama yang berbeda berdiri kokoh pada satu komplek. ^_^

Sebelum ke Candi Sewu kita akan melewati Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Candi ini sepertinya kurang diperhatikan oleh turis atau pengunjung sehingga tidak se-terkenal Candi Prambanan.

di Pintu gerbang Candi Sewu kita akan menemukan 2 patung raksasa penjaga yg sangat besar. disini juga tidak kalah berantakannya dengan candi lain ^_^. banyak patung-patung Budha yang sudah tidak berkepala, sayang ya…. 😦

Gak terasa ternyata cacing-cacing dalam perutku mulai keroncongan……Lapaaaaarrrrrrr…….sambil jalan keluar ada restoran prambanan, tempatnya lumayan dan kalo lihat dari menunya juga ok, harga juga standar lah…..gak perlu menunggu lama lagi, dan dikarenakan perut juga sudah menandakan kelaparan…..maka langsung CAPCUSSSSSS……

Mi pesan soto ayam sedangkan miswa pesan nasi goreng seafood….. wah waitressnya ramah juga nih, sambil menunggu masakan matang kita disuguhkan setoples krupuk utk cemilan…(koq krupuk sih??kenapa gak hamburger??hehhehehe…) ternyata chef-chef di restoran prambanan ini hebat juga loh, terbukti waktu mi ke WC (waktu nunggu, kebelet pipis, mesti ke WC yg ada di belakang resto…^_^), sepanjang jalan menuju kesana banyak banget piala-piala lomba masak……mmmhhhhh jadi nggak sabar mo nyobain masakannya.

Makanan sudah di hidangkan…wah kayaknya salah pesen nih, porsi soto ayamnya kelihatan lebih kecil dibanding nasi goreng seafood….hehehehe….dan ternyata rasanya….mmmhhhh maknyussss…..enak enak enak….^_^

Soto Ayam : Rp.10.000 + Nasi putih Rp. 3.000

Nasi Goreng Seafood : Rp. 15.000

Makan sudah, lihat candi juga sudah……sekarang benar-benar harus pulang…..badan dah terasa pegal…

Kembali naik Trans Yogya. kali ini sambil lewat kita ke Keraton yuukkk…..(hehehe atas permintaan miswa, sekalian capek katanya…..mmmhhh hayuuuu atuh kalau begitu.)

Keraton Yogyakarta

Dari Prambanan kita naik Trans Yogya, transit di Bandara, lalu lanjutkan lagi ke TAPI (Taman Pintar). dari taman pintar bisa dengan berjalan kaki, tapi karena berhubung dah capek, akhirnya naik becak saja. Sayangnya  waktu sudah menunjukan pukul 17.00, dan Keraton sudah di tutup, jadi cuma bisa lihat dar luar atau bermain di area samping Keraton. yaahhhh sayang ya???? ternyata keraton tutup jam 16.00. Akhirnya kita jalan-jalan mengelilingi keraton, trus ke toko dagadu, toko oleh-oleh dll, muter-muter deh  pokoknya…….

Naik becak Rp.5000.

ini beberapa hasil jepretan narsis gw….hehehehe…..

Ok waktu sudah menjelang malam, waktunya kembali kealamnya…gantian sama mahluk lain…..hihihihi….

whatta great Holiday…. 🙂

Salam

Mimi

Advertisements

Read Full Post »

Kali ini kita jalan-jalan ke Yogya….

Kita Back Packer-an aja ya, berpetualang sambil ngirit…^_^

Awalnya berniat menghadiri pernikahan kerabat di Purworejo, tapi jadi keterusan jalan-jalan ke Yogya

Mari kita mulai perjalanan

Kebetulan berangkatnya dari rumah Mertua di Ciledug, jadi start nya dari sini ya….

Berangkat dari rumah ke Ciledug Jam 16.00, Kita naik mobil Sumber Alam -Jurusan Ciledug  Yogya-. oya Sumber Alam nggak hanya jurusan ciledug saja, ada juga dari depok loh, nah kalo dari rumah gw khan lebih deket di depok…jadi naiknya ya dari depok….(halah gak penting..heheheh).

Tarif bus ini bermacam-macam, ada bus ekonomi, bisnis dan AC. Ya..gw pilih yang bisnis aja, biar sedikit ngirit tapi tetep Ok…heee^_^. Bus ini hanya 1 x pemberangkatan (dari Ciledug) setiap jam 17.00, jadi 30 menit sebelum keberangkatan kita mesti sudah stand by….daripada ketinggalan toh??…..

tarif bus Sumber Alam ini ada 3 jenis : Tarif bus Ekonomi Rp. 60.000, Bisnis Rp. 90.000 dan AC Rp. 120.000.

Biasanya bus melewati jalur PANTURA, tapi karena di jalur tersebut macet maka sang supir membanting stir ke jalur Subang. (wah ini sih jalur gw mudik ke Majalengka….^_^gak penting lagi ya…hehehe). Jadi Rutenya : Jakarta – Cikampek – Subang – Kadipaten – Cirebon – Jatibarang – Purwokerto – Kebumen – Kutoarjo – Purworejo – Yogya.

Karena sebelumnya niat gw mau menghadiri pernikahan kerabat, maka turun lah kita di Purworejo. Bus sampai di Purworejo jam 06.20….huffffhhh cuapek nya rek…..pegel 13 jam perjalanan. (ya..ini adalah perjalanan terjauh gw…., seandainya naik pesawat….mmmhhh cuma 30 menit yo???heheheh…ngayal).

Di Purworejo ketemu mbah dan saudara-saudara yang lain, ngobrol dulu sebentar, trus mandi, makan, dan tidur lagi deh…..hehehe

Siang harinya baru kita kondangan…mmhhh makan laghe nih…^_^.

O ya, di Purworejo banyak juga Pesarean, kalau menurut orang disana, Pesarean itu tempat yang dikeramatkan, jadi semacam tempat berdoa atau pemujaan, rada mistis juga sih. 🙂

Di Rumah Mbah hanya sehari, besoknya langsung meluncur ke Yogya.

Dari Purworejo ke Yogya kita naik bus Mulyo jurusan Purwokerto – Yogya. Tarif  bus Mulyo hanya Rp.7000 (dari Purworejo keYogya), murah ya?, padahal jarak yang mesti ditempuh sekitar 60 km loh.

Di Yogya kita bermalam di rumah Tante Nining di Bantul. syukurlah ada saudara disana, jadi nggak repot nyari penginapan heheheh tetep nyari yang gratis..^_^

Hari Pertama Petualangan….alias Jalan-jalan ke Objek wisata -Tetep sebagai Back Packer-

Parangtritis

Dikarenakan diriku mencintai Laut, maka tujuan yang pertama di tuju adalah Laut Parangtritis.

Dari rumah Tante Nining di perumahan Pendowo Harjo Bantul, kita menuju Jokteng Wetan menggunakan Bus ukuran 3/4, hanya butuh merogok kocek Rp.2000 utk sampai Jokteng. Dari Jokteng kita lanjutkan lagi perjalanan menaiki Bus ukuran 3/4 juga jurusan Yogya – Paris alias Parangtritis. Butuh waktu 1 jam untuk sampai ke Paris dan butuh Rp.10.000 utk ongkos kesana (mmmhhh…kalo kata Tante Nining, biasanya gak semahal itu) tapi ya sudah lah gpp, wong kita kan turis….hehehe gaya…. Cuaca agak panas, ditambah angin sepoi-sepoi dari jendela bis, buat diriku terbuai dan mengantuk….nggak terasa jadi ketiduran..^_^.

Parangtritis…….I’m Coooomiiiiinggggggg!!!!!!

Walah….disini koq banyak orang pacaran ya…..sedih nya, pantas saja laut sering marah, karena terkotori oleh ulah manusia !!!! Huhhhhh!!!!

Ya sudahlah biarkan saja, mau bagaimana lagi, emangnya gw polisi yg bisa nilang, perlu gitu ya yg pacaran kita tilang….hihihihi

Setelah lelah bermain di Laut, di tengah teriknya matahari, nggak terasa hari sudah semakin siang….mmhhh kayaknya enak banget sambil menikmati kelapa hijau di pinggir pantai.

Kelapa Hijau disini seharga Rp.7.000.

Kota Gede

Dari Parangtritis kita menuju pengrajin perak di Kota Gede. Naik bis yang sama Paris – Yogya, Turun di terminal giwangan, lalu melanjutkan perjalanan lagi menggunakan bus 3/4 juga di jalur 6.

Sepanjang kota gede…banyak toko-toko pengrajin perak, tapi yang terkenal disana adalah Toko HS dan Ansor’s Silver, waaahhhh disini peraknya bagus-bagus, bener-bener bikin mata “blink-blink” nih….pengen semua….hehehehe…..tapi pas liat harganya….Gubrak…mahal ya bo!! namanya juga perak asli, dan di toko ini kadar peraknya 95% jadi termasuk yang Buaguuuusssss pisan….^_^.

Namun tidak perlu khawatir bagi para back packerer, di toko ini juga disediakan pehiasan semi perak, jadi perak cuma sebagai pelapis saja. Gak kalah bagusnya loh sama perak asli, kalo sekilas juga hampir mirip. Bedanya kalau perak asli bisa dibersihkan dengan air dan warna tidak akan pudar.

Malioboro

Dari Kota Gede kita jalan-jalan lagi ke Malioboro. Naik Bus Trans Yogya (hey…ini mirip banget sama Trans Jakarta, bedanya cuma lebih kecil aja, ya busnya ya shelternya…o ya juga beda warnanya….hehehe) Naik Trans Yogya jalur 3B, lalu transit di Museum Perjuangan dan melanjutkan lagi ke bus jalur 2B, turun di TAPI (Taman Pintar), tarif bus ini hanya Rp.3.000. Beda Rp.500 dengan Bus Trans Jakarta..^_^

dari TAPI perlu jalan kaki sedikit untuk sampai ke Malioboro. Sambil jalan-jalan sore, menikmati Senja hari di Yogya….hmmm romantis bener….^_^. Sesampainya disana mi di suguhkan pemandangan yang sangat menyenangkan yaitu…..”Barang Dagangannnnnn”……”huaaaaa It’s Shoooopingggg Timeeeeeee“, pilih ini-pilih itu, tawar sini-tawar situ…..harus pinter nawar loh ya disini, supaya harganya bisa lebih murah dibanding Jakarta.

Sudah lelah berbelanja…waktunya makan…

Yang pasti menu kita hari ini makan makanan khas yogya, yaitu GUDEG. Menjelang malam dikala toko2 di  malioboro mulai tutup (sekitar jam 9.00-an), para pedagang lesehan menggelar dagangannya……,tinggal pilih deh mau makan dimana…tertuju pada 1 warung lesehan ibu Nani, gak terlalu ramai tapi gak terlalu sepi juga….sengaja sih nyari yang gak terlalu ramai, karena kalau ramai makannya jadi nggak khusuk….hehehe khan biar makin romantis…..

habis makan gudeg...waktunya bayar ^_^mmmhhh….yummy…. emang nggak ada tandingannya deh makan disini….gudegnya enak, sambelnya….huaaa pedes bgt…..mmhh top banget lah pokoknya. Mi pesen nasi gudeg + krecek + air teh manis cuma bayar Rp.10.000, murah toh??

Habis makan, kita balik lagi ke rumah tante Nining…..kita lanjutkan perjalanan besok…..

Nanti kita sambung lagi ya…….

Salam

Mimi

Read Full Post »