Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2009

sumber : House of Glory

menikahPernikahan melibatkan potensi yang luar biasa bagi kebahagiaan, tetapi juga ada banyak resiko kegagalan.

Tujuan utama dalam hidup kebanyakan orang masih tetap sama yaitu : “Menikah Dan Bahagia”. Pernikahan melibatkan potensi yang luar biasa bagi kebahagiaan, tetapi juga ada banyak resiko kegagalan.

Pada waktu dua orang jatuh cinta dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup bersama, mereka dapat menciptakan sukacita bagi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka kelak atau malapetaka bagi setiap orang yang terlibat.

Memilih Pasangan merupakan tantangan yang paling penting bagi pria dan wanita lajang, karena pilihan dengan siapa ia akan menikah lebih penting daripada segala sesuatu yang lain yang akan digabungkan untuk membuat pernikahannya berhasil.

Banyak orang mengalami kegagalan dalam pernikahan karena mereka memilih pasangan “Seumur Hidup” mereka dengan begitu buruknya. Mereka kurang mendapatkan pengetahuan dan pelatihan dalam hal tersebut. Masyarakat kita terbiasa diajarkan untuk bersandar semata-mata kepada “naluri alamiah” mereka dalam memilih pasangan. Sesungguhnya sangat dibutuhkan kecakapan dalam memilih pasangan, mengingat sangat pentingnya memilih pasangan yang tepat agar tercapainya kebahagiaan dalam pernikahan.

menarik perhatianNeil Clark Warren dalam bukunya “Temukan Cinta Di Hidup Anda”, menjelaskan ada 10 karakteristik yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan yang tepat, yaitu :

1. Kepribadian :

  • Anda harus menentukan tipe kepribadian apa yang anda inginkan dimiliki oleh pasangan anda kelak. Apakah anda senang pasangan yang pendiam atau cerewet? Apakah anda menyukai orang yang bersemangat atau yang tenang? Apakah anda tertarik kepada orang yang lucu atau serius? Apakah anda suka kepada seorang yang kuat dan independent atau orang yang penurut? Carilah seseorang yang kepribadiannya akan membuat anda benar-benar bahagia selama bertahun-tahun hidup bersamanya

2.  Intelegensi :

  • Dalam pernikahan yang stabil terdapat korelasi yang tinggi dalam hal intelegensi diantara pasangan. Pribadi-pribadi akan melakukan hal yang terbaik bila disandingkan dengan seseorang yang mirip dalam kecerdasannya.

3. Penampilan :

  • Selera pribadi anda harus dipertimbangkan sewaktu membentuk gambaran pasangan ideal anda. Anda harus menetapkan pilihan anda sendiri mengenai tinggi badan, penampilan wajah, gaya berpakaian dan gerak-gerik fisik dari pasangan anda.

4. Ambisi :

  • Kesamaan tingkat ambisi sangat penting untuk dimiliki oleh kedua orang yang berpasangan dalam pernikahan, agar mereka dapat mencapai sasaran-sasaran mereka dan meraih impian-impian mereka.

5. Daya Tarik :

  • Rasa saling tertarik baik emosi maupun fisik mutlak harus ada diantara kedua orang yang akan menikah untuk kepuasan pernikahan jangka panjang.

6) Kerohanian :

  • Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa komitmen agama dan kesuksesan pernikahan sangat berkaitan. Bukan hanya kesamaan agama yang perlu diperhatikan oleh dua orang yang akan menikah, tapi juga orientasi atau minat kerohanian dari pasangannya.

  • Istilah "kerohanian" pada pokoknya lebih dalam dari agama. Agama seringkali menunjuk kepada hal-hal yang eksternal, tindakan-tindakan berdasarkan tradisi agamawi, sedangkan kerohanian menunjuk pada iman dan kepercayaan internal yang mencakup kehidupan batiniah.

7. Karakter :

  • Konsistensi karakter orang merupakan prasyarat mendasar untuk pernikahan yang stabil. Karakter calon pasangan harus benar-benar dikenal terlebih dahulu, agar dapat melangkah masuk kedalam pernikahan dengan bekal saling mempercayai satu sama lain.

8. Kreativitas :

  • Apabila cinta dicampur dengan kreativitas, dua kekasih dapat merayakan sepenuhnya dan menikmati hidup mereka bersama-sama. Orang yang akan menikah harus mengetahui dan siap menerima dalam hal-hal apa saja calon pasangannya. Apakah ia memiliki kreativitas yang baik, atau ia tidak memiliki sama sekali.

9. Kemampuan menjadi orangtua :

  • Apabila anda mendambakan mempunyai sebuah keluarga dengan kehadiran anak-anak, anda harus menemukan pasangan yang mau berbagi untuk sasaran itu. Perlu diketahui apakah pasangan anda menaruh perhatian dan memiliki kemampuan sebagai orangtua atau tidak.

10. Keaslian :

  • Pernikahan yang baik membutuhkan dua orang yang asli. Setiap orang yang memasuki pernikahan perlu memiliki kemampuan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya, untuk jujur dengan pendapat-pendapat sendiri dan menyukai diri sendiri, dengan demikian ia akan memberikan kebebasan kepada pasangannya untuk menjadi seperti dirinya sendiri.

Read Full Post »

Liat dari judulnya serem ya….gak boleh nikah…^_^, koq gitu sih?? nikah kan ibadah??……. tapi nanti dulu….kalimat di judul tadi belum selesai….hehehe.

Gak sengaja sih nemu email lama yang membahas tentang ini, jadi dari pada disimpen di email, nanti terhapus mending simpen di blog aja deh……yuuuk marriiiii.

Ada nasihat bagus buat para Lajang….

menikahJANGAN MENIKAH KARENA…

1. Jangan menikah karena Harta
Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. “Cinta” yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.

2. Jangan menikah karena Perasaan Asmara
Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat
cepat berubah oleh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itu buta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji . Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.

3. Jangan menikah karena Rupa saja
Kecantikan atau ketampanan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur.
Utamakanlah kecantikan yang di dalam diri.

4. Jangan menikah karena iba

Iba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan.  Kasihan dapat habis, tapi Kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah Kasih, bukan Kasihan

5. Jangan menikah untuk kepuasan Sex saja
Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pemikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.

6. Jangan menikah karena paksaan keluarga
Seorang anak harus berbakti kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada mereka , jangan dengan kekerasan.

7. Jangan menikah karena desakan usia
Bila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekan sudah berpasangan, orang akan mulai  gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asal “tabrak dan sikat.” Hindarilah tindakan tersebut. Sabarlah dan Yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.

8. Jangan menikah untuk membalas jasa
Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.

Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang TerPenting adalah    Jangan Menikah Tanpa Pengertian Dan Persiapan dengan Tindakan Yang Nyata.

^_^

Read Full Post »