Lagi lagi mengenai persiapan pernikahan. Tidak hanya materi saja yang harus disiapkan, mental juga kudu siap…..beberapa waktu yang lalu, teman gw ngirimin artikel mengenai ini….
Hal yang harus diperhatikan sebelum menikah
Alasan Menikah
Hal paling utama adalah keyakinan diri. Oleh sebab itu, yakinkan diri, kenapa Anda harus menikah? Apa yang ingin Anda peroleh dari pernikahan? Apa dampaknya terhadap diri Anda, si dia, dan keluarga masing-masing? Kalau belum menemukan jawaban yang pas, atau kalau Anda masih bimbang, kalau alasannya masih belum realistis, lebih baik tunda dulu sampai Anda merasa benar-benar yakin.
Siap Berbagi
Anda harus siap menerima kenyataan bahwa tinggal bersama itu rasanya berbeda dengan tinggal sendiri. Apa-apa harus dibagi, bukan sekedar kamar dan lemari, tetapi berbagi perhatian, waktu, seks, dan emosi.
Siap Berpisah
Tidak ada satu pun yang abadi di dunia ini. Menikah merupakan cara untuk menyatukan dua hati yang berbeda dan membina suatu rumah tangga. Ketika Anda mengucapkan ikrar pernikahan, ketika itu pula Anda harus menyadari akan adanya salam perpisahan.
Siap Sakit Hati
Segala tindakan dan perbuatan pasti mengandung risiko, demikian juga pernikahan. Pernikahan merupakan ajang membuka “kedok” masing-masing. Kalau sudah memutuskan untuk menikah, Anda harus siap menerima risiko paling buruk sekalipun dari kebiasaan pasangan Anda.
Siap Tahan Banting
Masalah selalu ada, kapan saja, di mana saja. Adakalanya permasalahan timbul untuk memperbaiki kualitas hubungan Anda. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila Anda selalu siap membuka diri untuk bertukar pikiran dengan pasangan agar hubungan emosi tetap terjalin.
Siap Mengalah
Mempunyai acara, pendapat, atau prinsip sendiri boleh-boleh saja, tetapi ingat, pasangan Anda juga mungkin mempunyai kesibukan, pendapat, dan keinginan yang berbeda dengan Anda. Maka meningkatkan jiwa toleransi, fair dan saling menghargai, akan sangat membantu.
Siap Malu
Anda tentu mempunyai kriteria tersendiri dalam memilih pasangan. Tetapi, seburuk apa pun sifat dan perilaku pasangan Anda di mata publik, dia adalah pilihan Anda. Oleh sebab itu, Anda harus berani “mati” dan siap malu untuk menjaga kehormatan masing-masing.
Siap “Tekor”
Percaya atau tidak, dalam Marriage, keuangan merupakan masalah utama pasangan suami istri bercerai. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda selalu mendiskusikan soal satu ini dan akan lebih baik apabila Anda masing-masing siap bahu membahu mengatasi masalah ini.
Soal Anak
Kendati kehadiran anak sangat didambakan, tetapi disadari atau tidak, anak dapat mempengaruhi hubungan dan atmosfer kehidupan pernikahan. Bagaimana pun, kehadiran anak adalah karunia Tuhan, maka bersikap rasional dalam masalah ini akan lebih baik. Anda tidak harus mengurangi jatah waktu untuk berdua dengan atau tanpa anak sekalipun.
Tidak ada hal yang tak mungkin di dunia ini. Berdoa saja tidak akan cukup, tetapi harus diikuti usaha.
Soo??? Do U Ready???……
Ketika ditanya ini, jawaban gw adalah……”YA SAYA SIAP”, halah mantep pisan……hehehe
Sebenarnya prinsip gw cuma 1 dalam menjalani hidup ini, kita dituntut harus siap, siap menghadapi perubahan, siap menghadapi godaan dan tantangan……ya….diusahakan harus siap. Jangan biarkan diri ini terlena dengan dunia, harus tetap sadar bahwa kita hidup tidak hanya di dunia, ada dunia lain yaitu….Uka..uka…hehehe…bukan..maksudnya AKHIRAT.
Pernikahan adalah pintu kita untuk melengkapi sunah rasul (eh bisa jadi wajib ya pada kondisi tertentu).
Pernikahan kita jadikan sebagai tempat untuk beribadah…..menimba pahala.
kalo mau di bahas mengenai pernikahan sebenernya panjaaaaang ya…..dan gw males nulis panjang2…..hehhehe secara jam kantor….harus konsen ke kerjaan juga.
next time kita cerita2 lagi ya…..^_^ (I’m wondering how to be a good wife?….^_^)
*/me back to work*



i like this article.. thx
Terimakasih Gesi…..,
Semoga berguna ya sharing ku ini ^_^.
saya pria berumur 20 th..saya merasa aneh dalam diri saya. meskipun usia saya terbilang muda,namun saya memiliki hasrat untuk menikah. Saya bekerja di Restoran saya bekerja di posisi menantang yaitu assisten store manager dan kekasih saya bekerja sebagai SPG suatu produk internet. Saya dan dia berbeda 4 bulan lebih tua dia. yang ingin saya tayakan,apakah pikiran saya itu wajar meskipun saya baru berumur 20 tahun? mohon pendapat anda.klo bisa kitim by email..thx
Dear Mureza,
Sebelumnya Terimakasih atas kunjungannya,
Mi dah kirim tanggapannya by mail ya
Tetap semangat!!!
Salam
Mimi
askumm….
sebelumnya kenalkan, q cewek berusia hampir 21 tahun, q masih kuliah, q punya pacar seumuran lah, dy juga masi kuliah. diantara q dan dy insyaAllah dah siap untuk konsekuaensi setelah menikah, orang tua dy pun juga sudah setuju, tapi q ada kendala untuk menyampaikan ini ke orang tua q, karna waktu awal kuliah q ortu ku nyuruh q untuk menyelesaikan kuliah q dulu. q masih ingat itu, tapi alasan aku untuk menikah agar terhindar dari perbuatan yang dilarang Allah. kira2 bagaimana ya mengumpulkan nyali dan alasan untuk menyampaikan ini ke ortu, pastinya mereka akan menyanggah segala alasan dariku. trimakasih….
wassalam
Waalaikumsalam
Salam kenal Tiwi, Selamat ya kamu dan pasangan berani mengambil keputusan yang besar dengan alasan yang sangat baik yaitu menghindari hal-hal yang dilarang Allah. Jarang-jarang loh anak muda mau berkomitmen seperti kalian.
Kalau menurut pendapat ku (halah gaya…
) kenapa harus takut bicara dengan orang tua kalau kamu dan pasangan sudah punya keputusan yang bulat?? dan sudah siap untuk segala hal yang akan terjadi. Berikan pengertian pada orang tuamu, mengenai alasan mu, tujuan mu dan modal apa saja yang kalian miliki untuk menjalani pernikahan nanti (modal disini maksudnya bukan hanya materi saja loh ya).
Namun memang hal manusiawi jika orang tua menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya termasuk mengenai pendidikan, karena biasanya dalam masyarakat kita kalau sudah menikah, pendidikan terbengkalai, padahal tidak semuanya sama ya, malahan ada yang sebaliknya. Nah tugas kamu dan pasangan untuk meyakini orang tua, bisa dengan memberikan contoh-contoh orang sukses dalam pendidikannya setelah menikah dll. saran ku saat bicara dengan orang tua harus menggunakan pendekatan-pendekatan dahulu, jangan langsung to the point….
, redakan emosi dirimu dulu sebelum mengutarakan tujuan mu itu ya….. Karena biar bagaimana pun, Restu Orangtua adalah hal yang utama
, Selamat berjuang ya teman…
Salam
Mimi
very nice info
thank you…
n i need your supported 4 my plan 2 get marriage soon
i’m 25 years old n my lovely man 32 years old
i hope every thing will be fine until the time
nice 2 read your article
Your welcome
Ok, Keep spirit to reach your goals girl
Hope your dreams come true
Thanks for visiting my blog
Ternyata gtu ya klo dlam sebuah prnkhan tuh. Aku kra smpel bnget nytanya emang msti siap mental ya. Thank..nice artkel.Ohy mau uang? Gampang..buka aja Http://www.Binainvestasi.Com/?Id=heri lumayan buat jajan.
Yup, harus siap semuanya,
Terimakasih dah mampir ya
Aq 23 th. Cowokq 25 th. 2 minggu lagi cowokku mau dtg kermhq ma ortunya. Kata org Jawa, nothok lawang (ngetuk pintu). Ortunya dikenalkan ma ortuku gitu.
Aq emang udah pengen nikah, tp msh bertanya2 apa aq udah siap? Klo inget renc 2 minggu lg itu perutku jd mules, nervouse deh.
Rencana pernikahan kpn tptnya c blm ada. Cm kita pengennya akhir th dpn. Lamaran resmi jg blm ada. Apa yang aku rasakan ini wajar? Gmn cara ngadepinnya?
Maaf jd sharing nih. Mksh atas perhatian dan jwbnnya.
Hallo Antik,
Wahhhh selamat ya
Rasa yang kamu rasakan wajar koq, apalagi kita sebagai perempuan biasanya lebih jauh memikirkan kehidupan setelah menikah. Apakah sudah siap jadi istri? apakah sudah siap melayani suami? apakah sudah siap jadi ibu? apakah sudah siap harus melayani seisi keluarga?. Yup…yup… kalau dipikirin terus yang ada jadi pusing sendiri, jadi sakit perut kayak kamu say…hehehe
Just Let it Flow. Tuhan menciptakan makhluk pasti ada peran masing-masing. Anggota tubuh, pikiran dan tenaga juga memiliki guna. Jadi biarkan saja mengalir apa adanya….. Jaman orangtua kita malah menikah diusia muda dan pendidikan mengenai kehidupan rumah tangga tidak sebanyak saat ini tetapi mereka dapat menjalankan peran mereka dengan baik.
So… nggak usah panik ya, jalani saja, dan jangan lupa terus berdoa kepada Tuhan semoga diberikan kelancaran dan yang terbaik untuk hidup kamu
Terimakasih kembali atas sharingnya…..
dan terimakasih juga sudah mampir ke blog ku ya
aq cwo berusia 21 thn..status kuliah sambil kerja…
sy berencana nikah tahun dpn ..dan calonq berusia 23 thn..
yang mejadi kendala keluargaq blum setuju klo saya menikah karena alasan belum mapan dan jarak antara saya dan calonku sangat berjauhan apa yang seharusnya saya perbuat….terima kasih atas jawabannya..